Antara aku kau dan sisa hujan semalam

21 desember 2019


'Antara aku kau dan sisa hujan semalam'

Ku hirup sesak rindu malam ini, memenuhi paru-paru sampai mengaliri urat nadi. Kubisikan angin malam dengan sepotong sajak,kusuapkan pada rindu,kembali kuteguk segelas kopi yang beraroma harum tubuhmu. Semalam kau disini. Sebelum hujan tiba dan kau memilih payung yang lebih berwarna.

Benar nyatanya mata lebih jauh berharga daripada hati, kau menutup segala celah atas usaha dan lebih memilih yang bermateri. Lebih dan kurang. Terlatih untuk mengenang. Hujan tak pernah menyajijkan pelangi muncul setela reda, bahagia hanya mimpi yang tak kunjung nyata.

Esok matahari terbit, mungkin bayangmu masih membekas sejenak. Sampai kembali terik siang dan malam kembali ada, mungkin bayangmu belum lekas sirna. Tanpa perlu kembali mencari, atau mengganti, hari ini esok lusa sampai kapanpun tanpa ragamu aku masih baik-baik saja.

Salama manis dari penulis :)


Semarang, 21 Des 2019
                                    
                                    🌻

Komentar

Postingan populer dari blog ini