Antara aku kau dan sisa hujan semalam 21 desember 2019 'Antara aku kau dan sisa hujan semalam' Ku hirup sesak rindu malam ini, memenuhi paru-paru sampai mengaliri urat nadi. Kubisikan angin malam dengan sepotong sajak,kusuapkan pada rindu,kembali kuteguk segelas kopi yang beraroma harum tubuhmu. Semalam kau disini. Sebelum hujan tiba dan kau memilih payung yang lebih berwarna. Benar nyatanya mata lebih jauh berharga daripada hati, kau menutup segala celah atas usaha dan lebih memilih yang bermateri. Lebih dan kurang. Terlatih untuk mengenang. Hujan tak pernah menyajijkan pelangi muncul setela reda, bahagia hanya mimpi yang tak kunjung nyata. Esok matahari terbit, mungkin bayangmu masih membekas sejenak. Sampai kembali terik siang dan malam kembali ada, mungkin bayangmu belum lekas sirna. Tanpa perlu kembali mencari, atau mengganti, hari ini esok lusa sampai kapanpun tanpa ragamu aku masih baik-baik saja. Salama manis dari penulis :) Semarang, 21 Des 2019 ...
Postingan
Menampilkan postingan dari Desember, 2019
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
....................... " Monolog" Kata mereka saat melihat ku, aku adalah rasa sepi dan sendiri sampai mati. Tidak, aku tidak sendiri, aku sedang berdua;aku dan diriku. Mereka terlalu munafik dalam mengartikan kebebasan, seramai apapun yang ada dalam barisan, bukankah saat terluka kau hanya seorang diri? Kembali, duduk, ku hirup aroma kopi yang menggumpal di udara. Slurp..seduhku. aku mengecap kopi itu tak sendiri, lagi-lagi seperti kata pada paragraf sebelumnya; aku dan diriku. Ramai terlalu asing bagi sepi,sepi ,menjadi ramai saat sendiri Imaji, tokoh-tokoh fiksi,kata-kata yang berhamburan dalam kepalaku berperan sebagai kehidupan baru. Irama dan nada sunyi sebagai nyanyian dalam dunia yang ku beri nama aku. Ya, aku,aku dan hanya ada aku. Berpura-pura menjadi pakaian yang paling gemar ku gunakan saat ini, menjawab sapaan sederhana,mendengar cerita yang tak bermakna, dan oh.. aku hampir lupa, tertawa dan mencela paling sering dilakuakn di duniamu,kan? Berban...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Titik,koma;jeda Jumat,20 Desember 2019 Titik,koma;jeda Singkatnya, kalimat yang indah memiliki tanda baca,titik,koma;jeda. Sama halnya dengan kita. Barangkali hujan dan segala yang jatuh, rindu dan segala yang kambuh, masing-masing dari kita butuh waktu untuk diri sendiri. Saling mencintai pun bukan berarti harus melupakan diri. Kita butuh sedikit ruang , belajar utuh dalam jarak yang menerjang. Selain sayang, bukankah rindu diciptakan agar kita menghargai waktu pulang? Selain ruang, bukankah waktu mengajari untuk tidak kembali pergi? Sebab hidup bukan hanya perihal pulang dan pergi; Kita butuh jeda untuk merajut kembali nama yang terjahit dindalam dada. Salam manis dari penulis :) Semarang,20 Des 2019. ...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Hujan Desember Selasa, 17 Desember 2019. Hujan Desember Senjaku tak kunjung tampak,awan pekat selalu menutupi jingganya. Sudah dua Minggu aku merindukan sinar jingga yang selalu aku abadikan lewat camera ponselku,sembari mendengarkan podcast dan secangkir kopi tanpamu. Lagi-lagi tanpamu, semenjak kau memutuskan untuk beranjak aku melakukannya dengan sendiri. Tidak aku tidak mencari pengganti untuk menemani menatap langit sore bersenjagurau bersama. Akhir akhir ini musim sudah berganti setiap sore bumi dibasahi akan rintik gemercik dari atas langit. Semesta setiap sore sudah menyuguhkan mendung bercampur petir petir kehampaan. Desember aku menikmati hujanmu mesti kau renggut jinggaku, Desember aku menyukai deras rintik mu meski kau suguhkan kehampaan dan dingin menyerang tubuhku. Semoga hujanmu lekas reda agar kerinduan yang terhalang akan derasmu lekas bertemu, semoga dua pasang mata lekas sal...