.......................


"Monolog"
Kata mereka saat melihat ku, aku adalah rasa sepi dan sendiri sampai mati. Tidak, aku tidak sendiri, aku sedang berdua;aku dan diriku. Mereka terlalu munafik dalam mengartikan kebebasan, seramai apapun yang ada dalam barisan, bukankah saat terluka kau  hanya seorang diri?

Kembali, duduk, ku hirup aroma kopi yang menggumpal di udara. Slurp..seduhku. aku mengecap kopi itu tak sendiri, lagi-lagi seperti kata pada paragraf sebelumnya; aku dan diriku. Ramai terlalu asing bagi sepi,sepi ,menjadi ramai saat sendiri

Imaji, tokoh-tokoh fiksi,kata-kata yang berhamburan dalam kepalaku berperan sebagai kehidupan baru. Irama dan nada sunyi sebagai nyanyian dalam dunia yang ku beri nama aku. Ya, aku,aku dan hanya ada aku.

Berpura-pura menjadi pakaian yang paling gemar ku gunakan saat ini, menjawab sapaan sederhana,mendengar cerita yang tak bermakna, dan oh.. aku hampir lupa, tertawa dan mencela paling sering dilakuakn di duniamu,kan?

Berbanding terbalik,dalam dunia ketiadaan,pada lini waktu yang tak kepemilikan,sepi dan sendiri itu benar abadi, bahagia dan luka ada tanpa hadir sesuatu untuk disakiti.

Salam manis dari penulis :)


Semarang,21 Des 2019

                                          🌻

Komentar

Postingan populer dari blog ini